Klapanunggal, BogorUpdate.com – Penjahit Indonesia Raya (PIR) bersama Pemerintah Desa Lulut dan Koperasi Merah Putih menghadirkan pelatihan menjahit yang tak hanya fokus pada keterampilan dasar, tetapi juga strategi pemasaran digital untuk mendorong lahirnya UMKM baru.
Kegiatan ini berlangsung selama 15 hari di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, dengan tujuan mencetak penjahit handal sekaligus mendorong lahirnya pelaku UMKM baru.
Ketua Umum PIR, Aries Sunan, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya sebatas keterampilan dasar menjahit, tetapi juga mencakup strategi pemasaran berbasis digital.
“Peserta kita ajarkan mulai dari dasar menjahit, hingga mereka bisa membuat produk sederhana seperti celemek, keset, sarung bantal, dan lainnya. Bahkan, kita dorong mereka untuk memanfaatkan digitalisasi dalam pemasaran sehingga bisa menjual secara online dari rumah,” ucap Aries Sunan kepada Bogorupdate.com.
Ia menambahkan, PIR yang sudah berjalan selama tiga tahun ini hadir sebagai wadah profesi penjahit sekaligus motor penggerak ekonomi kerakyatankerakyatan untuk membantu dan mendorong, khususnya Kabupaten Bogor, program pemberdayaan masyarakat desa agar berkembang maju UMKM nya melalui kerjasama pelatihan menjahit dan digitalisasi ini.
“Harapan kami, pemerintah desa di Kabupaten Bogor bisa terus menghadirkan program pemberdayaan seperti ini, agar masyarakat memiliki keterampilan sekaligus mampu mengembangkan UMKM,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Lulut, Rapin, menyambut baik inisiatif PIR. Menurutnya, program pelatihan ini sangat bermanfaat karena mampu mencetak tenaga kerja potensial yang bisa terserap oleh industri garmen maupun mengembangkan usaha mandiri.
“UMKM di Desa Lulut sebenarnya sudah ada, tinggal dikembangkan. Program PIR ini bisa menjadi solusi untuk meningkatkan keterampilan warga sekaligus mengangkat perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Ketua Koperasi Merah Putih Desa Lulut, Suhendar, juga menyampaikan antusiasmenya. Ia berharap ke depan koperasi bisa berkolaborasi lebih jauh dengan PIR, terutama dalam pengembangan usaha menjahit.
“Mudah-mudahan program ini berkelanjutan. Koperasi Merah Putih berencana membentuk badan usaha di bidang menjahit, dan dengan kerjasama bersama PIR, pemasaran produk akan lebih luas. Apalagi pelatihan menjahit di desa ini masih jarang, padahal peluangnya besar karena banyak perusahaan garmen di sekitar Lulut,” ungkap Suhendar.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat Desa Lulut tidak hanya memiliki keterampilan menjahit, tetapi juga mampu mengembangkan UMKM berbasis lokal yang dapat menopang perekonomian desa secara berkelanjutan. (Gus)
The post PIR Gandeng Pemdes dan Koperasi Merah Putih Desa Lulut, Gelar Pelatihan Menjahit untuk Dorong UMKM appeared first on Bogor Update.