Jelang Nataru, Harga Bumbu dan Sayuran di Pasar Tradisional Kota Bogor Melonjak

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Sejumlah harga bahan pangan di pasar tradisional Kota Bogor mengalami lonjakan signifikan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Berdasarkan pantauan dan keterangan pedagang, komoditas bumbu dapur menjadi yang paling terdampak dengan kenaikan mencapai 50 persen.

Cabai Banyu Wangit naik dari Rp40.000 menjadi Rp60.000 per kilogram, sementara cabai keriting kini dijual Rp60.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp40.000. Begitu pula bawang-bawangan, seperti bawang merah yang melonjak dari Rp40.000 menjadi Rp50.000 per kilogram, bawang putih dari Rp32.000 menjadi Rp36.000 per kilogram, dan bawang bombay dari Rp32.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.

Kendala distribusi disebut menjadi salah satu pemicu lonjakan harga. “Macet, kadang barang kosong. Katanya dari distributornya begitu,” ujar salah satu pedagang di Pasar Tradisional Kota Bogor.

Selain bumbu, beberapa sayuran juga mengalami kenaikan signifikan. Wortel menjadi salah satu yang paling melonjak, dari kisaran Rp8.000–15.000 per kilogram menjadi Rp20.000 per kilogram. Pedagang menyebut suplai sayuran melalui MBG turut memengaruhi kenaikan harga.

Meski demikian, tidak semua komoditas mengalami kenaikan. Harga tomat turun dari Rp15.000 menjadi Rp10.000 per kilogram, dan jengkol menjadi Rp60.000 per kilogram.

Kenaikan harga pangan menjelang momen hari besar memang bukan hal baru. Faktor distribusi, lalu lintas, dan meningkatnya permintaan pasar menjadi penyebab utama fluktuasi harga. Pedagang memprediksi harga akan kembali stabil setelah pergantian tahun, saat distribusi barang kembali normal. (Abizar)

The post Jelang Nataru, Harga Bumbu dan Sayuran di Pasar Tradisional Kota Bogor Melonjak appeared first on Bogor Update.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *