Indeks

Pemkot Siap Laksanakan WFH Setiap Hari Jumat, BBM Kendaraan Dinas Dipangkas 50 Persen

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. (Abizar/Bogorupdate)

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat. Kebijakan ini akan diselaraskan dengan aturan pemerintah pusat dan mulai diberlakukan dalam waktu dekat.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan pihaknya masih akan berkonsultasi dengan DPRD Kota Bogor untuk memastikan penerapan WFH di daerah berjalan sejalan dengan kebijakan nasional.

“Insyaallah untuk Kota Bogor, nanti kami konsultasi juga dengan DPRD untuk memastikan bahwa WFH Kota Bogor ini akan sama dengan WFH nasional. Jadi, Pemkot akan menetapkan WFH itu setiap hari Jumat,” ujar Dedie, Rabu (1/4/26).

Ia menjelaskan, penerapan WFH tidak langsung diberlakukan pada pekan ini karena bertepatan dengan hari libur.

“Jumat besok ini libur, insyaallah mulai Jumat depan kita laksanakan WFH sesuai dengan ketentuan yang sudah diputuskan oleh pemerintah pusat,” tambahnya.

Tidak Semua ASN Bisa WFH

Dedie menegaskan, tidak seluruh ASN dapat menjalankan WFH. Hal ini telah diatur dalam Keputusan Wali Kota (Kepwal) Nomor 800.1 Tahun 2025 yang mengatur secara rinci unit kerja yang diperbolehkan bekerja dari rumah.

“Ada beberapa unit kerja yang memang tidak memungkinkan untuk dilakukan WFH, mereka akan terus melaksanakan tugas melayani masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, ASN yang diperbolehkan WFH tetap diwajibkan memenuhi ketentuan, termasuk terkait absensi dan komunikasi kerja.

“Harus tetap terhubung dengan pimpinan unit kerja dan mengikuti aturan yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

Dorong Penghematan Energi dan BBM
Selain kebijakan WFH, Pemkot Bogor juga mendorong efisiensi energi di lingkungan pemerintahan.

Dedie menginstruksikan seluruh ASN untuk melakukan penghematan, baik penggunaan bahan bakar kendaraan dinas maupun listrik dan air di kantor.

Ia bahkan telah meminta Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) untuk memangkas anggaran bahan bakar kendaraan dinas hingga 50 persen, khususnya untuk pejabat kepala dinas.

“Saya sudah minta dilakukan pemangkasan alokasi anggaran bensin dan solar sebanyak 50 persen. Nanti dicarikan alternatifnya, bisa menggunakan kendaraan listrik, kendaraan roda dua, atau transportasi umum,” tegasnya.

Dedie juga memberi contoh dengan kebiasaan pribadinya yang kini lebih sering menggunakan transportasi umum saat bepergian ke luar kota.

“Saya kalau ke Bandung juga tidak pernah lagi bawa kendaraan dinas. Saya memakai kendaraan umum,” ungkapnya.

ASN Didorong Gunakan Transportasi Umum

Pemkot Bogor membuka opsi bagi ASN untuk menggunakan transportasi umum sebagai bagian dari upaya penghematan energi.

“Salah satunya boleh menggunakan transportasi umum. Kalau tidak memungkinkan, bisa pakai kendaraan roda dua yang lebih hemat energi, atau kendaraan listrik,” katanya.

Sanksi Bagi ASN yang Melanggar

Terkait pengawasan, Dedie menegaskan akan ada sanksi bagi ASN yang tidak mematuhi aturan WFH maupun ketentuan kerja lainnya.

“Kan ada ketentuan, ada sanksi, bertahap. Mulai dari teguran lisan, kemudian peringatan satu, dua, dan seterusnya,” tandasnya.

Dengan kebijakan ini, Pemkot Bogor berharap dapat mendukung program efisiensi energi pemerintah pusat sekaligus menjaga produktivitas ASN tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat. (Abizar)

The post Pemkot Siap Laksanakan WFH Setiap Hari Jumat, BBM Kendaraan Dinas Dipangkas 50 Persen appeared first on Bogor Update.

Exit mobile version