Indeks

Tantangan Nahkoda Anyar (Bagian Ke-1)

Ilustrasi kopi pait. (Ist)

KOPI PAIT
Oleh : Asep Syahmid

Opini, BogorUpdate.com – Pasca mundurnya H. Dedi Ade Bachtiar selaku pucuk pimpinan KONI Kabupaten Bogor periode 2023-2026 belum lama ini. Secara otomatis otoritas KONI Kabupaten Bogor saat ini belum ada Nahkoda (Ketua) KONI yang baru.

Kendali KONI Kabupaten Bogor saat ini dipegang oleh KONI Jawa Barat dalam menentukan langkah-langkah kekosongan posisi pucuk pimpinan dan kepengurusan KONI Kabupaten Bogor.

Penulis tidak akan mengulas kebelakang tentang potret dan dinamika olahraga Kabupaten Bogor.

Disamping itu, penulis juga tidak akan mengupas tahapan-tahapan yang akan dilakukan KONI Jawa Barat dalam mengisi kekosongan jabatan ataupun kepengurusan KONI Kabupaten Bogor yang akan datang.

Ada beberapa poin penting yang harus menjadi catatan KONI Kabupaten Bogor yang akan datang, diantaranya, soal Kabinet KONI yang harus benar-benar banyak diperkuat oleh personil-personil yang punya kompetensi, militansi dan pengabdian tinggi dalam memajukan olahraga Bumi Tegar Beriman.

Nahkoda anyar KONI Kabupaten Bogor yang akan datang, punya tantangan yang tidak ringan dalam memajukan atau menjadikan Kabupaten Bogor sebagai Episentrum pembinaan atlet-atlet masa depan yang bisa berbicara di kancah olahraga nasional dan internasional.

Semua tantangan yang tidak ringan itu akan menjadi ringan atau enteng jika Kabinet KONI Kabupaten Bogor yang akan datang bisa mengoptimalkan semua potensi yang ada di Kabupaten Bogor.

Sinergi KONI dengan Pemerintah Daerah, serta adanya daya dukung anggaran yang maksimal dari Pemerintah Daerah dalam menjalankan roda pembinaan para atlet, tentunya ini menjadi energi utama dalam menggali potensi serta melahirkan para atlet juara dari rahim pembinaan sendiri yang dilakukan semua cabang olahraga anggota KONI Kabupaten Bogor.

Untuk meringankan beban kerja KONI Kabupaten Bogor kedepan, maka Sang Nahkoda harus benar-benar selektif dalam menyusun atau saat akan memasukkan personil kepengurusan KONI Kabupaten Bogor kedepan.

Idealnya, Kabinet KONI Kabupaten Bogor harus diperkuat lebih banyak dari unsur pelaku atau praktisi olahraga, akademisi olahraga, unsur birokrat atau politisi yang peduli dan paham terhadap “Mahalnya” Proses pembinaan dan pembibitan atlet atlet binaan cabor yang ada di KONI.

Hal penting lainya, KONI Kabupaten Bogor harus memperkuat Bidang SPORT SCIENCE dengan memasukan personil yang punya keilmuan dalam Psikolog Olahraga, Fisioterapi, Ahli Biomekanika, Performance Analyst dan juga harus punya Tenaga Ahli Keolahragaan.

Dalam olahraga modern, Sport Science bukan lagi sebagai pelengkap. Namun Sport Science sudah jadi Kebutuhan utama dalam mendongkrak atau melahirkan para atlet berprestasi.

Nahkoda anyar juga harus berani menolak rangkap jabatan ketika ada Ketua Cabor dimasukan dalam Kabinet KONI Kabupaten Bogor.

Personil tersebut harus memilih mau di Struktur KONI atau tetap sebagai Ketua Cabor. Kondisi ini tentunya bisa mengurangi konflik kepentingan.

Penting juga dalam Kabinet KONI Kabupaten Bogor memasukan unsur dari kalangan pengusaha dengan catatan paham, mengerti dan punya tekad untuk memajukan Kabupaten Bogor dalam bidang olahraga.

Kabinet KONI Kabupaten Bogor yang akan datang harus punya sikap dan tekad tinggi untuk memutus mata rantai mutasi atlet yang menjadi budaya setiap menghadapi pelaksanaan event Porprov Jawa Barat.

Kabupaten Bogor sebenarnya sudah punya segalanya untuk menjadi lumbung atlet atlet nasional jika KONI dan Dispora nya punya Blue Print atau Grand Design Keolahragaan. Hal itu yang menjadi PR bagi Kabinet KONI Kabupaten Bogor yang akan datang.

Kabupaten Bogor punya sarana venue olahraga yang lengkap dan berstandar nasional, Kabupaten Bogor punya SDM Keolahragaan yang banyak dan Hebat. Selain itu, Bumi Tegar Beriman juga punya PAD dan APBD yang besar dan bisa menopang pembinaan berkelanjutan.

Tak hanya itu, KONI Kabupaten Bogor kedepan harus mulai membuka ruang komunikasi yang harmonis dan bersinergi dengan UPT PPOPM sebagai “Kawah Candradimuka” atlet atlet pelajar di Kabupaten Bogor yang selama ini telah banyak melahirkan para atlet yang membela Merah Putih dalam kancah olahraga internasional.

KONI ataupun cabor-cabor didalamnya harus mengoptimalkan peran dan keberadaan UPT PPOPM yang bisa menjadi tandem ideal dalam menjadikan Kabupaten Bogor sebagai Lumbung Atlet masa depan nasional.

Jangan sampai KONI Kabupaten Bogor dan UPT PPOPM yang sama sama “Disusui” dari APBD Kabupaten Bogor punya “Gengsi Terselubung”. Padahal banyak para pelatih di PPOPM juga selama ini bagian dari pengurus atau pelatih cabor.

Kolaborasi dan soliditas yang terbangun antara KONI Kabupaten Bogor dengan UPT PPOPM tentunya akan menjadi Kekuatan yang sangat dahsyat bagi masa depan olahraga Bumi Tegar Beriman yang sudah harus menjadi Lumbung Atlet Nasional.

Pasalnnya, tidak semua daerah di Jawa Barat atau di Indonesia punya UPT PPOPM yang berada dalam naungan resmi SKPD Dispora.

Nahkoda Anyar KONI Kabupaten Bogor kedepan harus mulai menginisiasi atau duduk bareng dengan Dispora serta pengelola UPT PPOPM untuk merancang tata kelola atau pola pembinaan yang tertuang dalam Blue Print atau Grand Design Keolahragaan untuk Olahraga Prestasi atau khususnya cabor-cabor Olympic.

Tanpa ada Kolaborasi dan sinergitas dengan semua stakholder olahraga ataupun dengan Pemerintah Daerah, akan sangat sulit bagi dunia olahraga Kabupaten Bogor untuk tinggal landas menjadi daerah pencetak atlet-atlet juara yang bisa membawa Indonesia berjaya di Sea Games, Asian Games ataupun Olympiade.

Cabor-cabor yang ada di KONI atau di PPOPM dalam pembinaan para atletnya sudah harus dibiasakan atau diberi target minimal juara level Sea Games ataupun bisa jadi juara Olimpiade dan jangan hanya puas juara Porprov atau juara Piala Gubernur saja.

Jangan pernah menjadikan medali emas Porprov sebagai sasaran utama. Karena kepuasan yang lebih besar adalah Ketika banyak atlet Kabupaten Bogor yang meraih medali emas Sea Games, Asean Games ataupun ada yang meraih medali emas Olimpiade. (Bersambung)

The post Tantangan Nahkoda Anyar (Bagian Ke-1) appeared first on Bogor Update.

Exit mobile version