Lurah Tegallega, Hardi Suhardiman. (Abizar/Bogorupdate)
Kota bogor, BogorUpdate.com – Dugaan pembuangan limbah ke Sungai Ciparigi di wilayah Kampung Fakultas, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, kembali menjadi perhatian. Lurah Tegallega, Hardi Suhardiman, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memberikan teguran kepada sejumlah pihak terkait, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang signifikan.
Menurut Hardi, limbah yang diduga berasal dari kawasan komersial seperti Botani Square dan Hotel Santika masih mengalir ke Sungai Ciparigi. Kondisi ini dinilai meresahkan warga karena menimbulkan bau tidak sedap dan memengaruhi kualitas air.
“Memang limbah dari Botani Square dan Hotel Santika dibuang ke Sungai Ciparigi yang berada di Kampung Fakultas, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah,” ujar Hardi Suhardiman.
Ia menjelaskan, pihak kelurahan sudah melakukan berbagai upaya, mulai dari teguran lisan hingga tertulis kepada kedua pihak. Namun, hingga saat ini belum terlihat adanya perubahan.
“Kami sudah melakukan teguran, baik tertulis maupun lisan kepada pihak Botani Square dan Santika. Namun sampai hari ini belum ada tindakan apa pun. Mereka masih tetap membuang limbahnya ke sungai,” tegasnya.
Hardi juga mengaku sempat meminta hasil uji laboratorium dari pihak Hotel Santika terkait limbah yang dibuang ke sungai. Hal tersebut penting untuk memastikan apakah limbah tersebut aman atau justru berbahaya bagi lingkungan dan masyarakat.
“Saya juga pernah meminta hasil laboratoriumnya. Katanya limbah itu tidak berdampak, tapi sampai hari ini kami belum menerima hasil tersebut, baik dari Santika maupun Botani Square,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dampak yang dirasakan warga saat ini antara lain bau tidak sedap serta peningkatan debit air di sungai akibat pembuangan limbah. Menurutnya, pipa yang digunakan, terutama dari Botani Square, memiliki ukuran cukup besar sehingga aliran yang keluar juga cukup signifikan.
“Dampaknya bau, dan otomatis air jadi meningkat. Pipa dari Botani itu besar sekali,” jelasnya.
Meski demikian, Hardi mengaku tidak mengetahui secara pasti sistem pengelolaan limbah dari kedua pihak tersebut. Namun, ia menyebut bahwa pengakuan pembuangan ke Sungai Ciparigi memang pernah disampaikan.
Sementara itu, Ketua RT 05 RW 04, Dadi Jumadi, membenarkan adanya aliran limbah yang keluar dari pipa menuju sungai. Ia menyebut, saat limbah keluar, bau yang ditimbulkan cukup menyengat.
“Kalau air itu keluar, baunya tidak enak, seperti bau septic tank,” ujarnya.
Menurut Dadi, pembuangan limbah tidak terjadi setiap hari, melainkan pada waktu-waktu tertentu, seperti saat dilakukan pengurasan air. Meski tidak rutin, kondisi tersebut tetap menimbulkan kekhawatiran warga.
“Memang tidak setiap hari keluar. Biasanya saat ada pengurasan baru keluar,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa air limbah yang mengalir ke sungai terlihat berwarna putih, yang menandakan kualitas air yang kurang baik. Namun, terkait dampak kesehatan secara langsung, ia mengaku belum mengetahui secara pasti.
“Kalau dampak ke kesehatan seperti keracunan atau sesak napas, saya tidak tahu. Tapi dari kualitas airnya jelas tidak bagus,” tambahnya.
Dadi menjelaskan, terdapat dua pipa yang mengarah ke Sungai Ciparigi. Satu pipa berukuran kecil diduga berasal dari Hotel Santika, sementara satu pipa besar berasal dari Botani Square.
Kondisi ini menjadi perhatian serius warga dan pemerintah setempat. Harapannya, ada langkah konkret dari pihak terkait untuk memastikan pengelolaan limbah dilakukan sesuai aturan, sehingga tidak merugikan lingkungan maupun masyarakat sekitar. (Abizar)
The post Sudah Diberikan Teguran, Lurah Tegallega Ngaku Botani Square dan Hotel Santika Masih Buang Limbah ke Sungai Ciparigi appeared first on Bogor Update.