Indeks

Alokasi Bedah Rumah di Kabupaten Bogor Naik dari 1.346 Jadi 10.000 Unit, Bupati Rudy Susmanto Minta Pengerjaan Dikebut

Cibinong, BogorUpdate.com – Bupati Bogor Rudy Susmanto mempercepat penyelesaian 10.000 unit program bedah rumah melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Bogor.

Hingga 23 Oktober 2026, sebanyak 7.087 unit telah ditetapkan sebagai penerima bantuan dan dana telah disalurkan ke rekening masing-masing penerima.

Percepatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor dan perwakilan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI di Ruang Soekarno-Hatta, Cibinong, Sabtu (24/10/2026).

Rapat itu membahas perkembangan pelaksanaan program, kendala di lapangan, serta langkah yang diperlukan agar pengerjaan rumah penerima bantuan bisa segera diselesaikan.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengapresiasi Presiden RI Prabowo Subianto dan Kementerian PKP atas alokasi 10.000 unit bantuan perbaikan rumah untuk Kabupaten Bogor pada 2026.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian PKP atas perhatian dan kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Bogor. Ini adalah amanah yang harus kita tuntaskan bersama agar masyarakat segera merasakan manfaatnya dan memiliki hunian yang layak,” ujar Rudy.

Ia menegaskan, Pemkab Bogor akan memperkuat koordinasi dan pemantauan bersama jajaran kecamatan, tenaga pendamping, serta pelaksana di lapangan. Upaya tersebut dilakukan agar proses perbaikan rumah berjalan sesuai ketentuan dan target penyelesaian pada akhir 2026 dapat tercapai.

Sementara itu, perwakilan Kementerian PKP RI, Sarmentua Sinaga, menyampaikan bahwa alokasi BSPS untuk Kabupaten Bogor pada 2026 meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2025, Kabupaten Bogor menerima alokasi sebanyak 1.346 unit. Jumlah tersebut meningkat menjadi 10.000 unit pada 2026 sebagai bagian dari upaya penanganan rumah tidak layak huni (RTLH).

Berdasarkan data Kementerian PKP hingga 23 Oktober 2026, sebanyak 7.087 unit telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen (SK PPK), dengan dana bantuan telah disalurkan ke rekening penerima.

Meski demikian, penyelesaian fisik masih perlu dipercepat. Sejumlah penerima masih menjalani proses pengerjaan rumah dan menunggu pengiriman material bangunan.

Program BSPS juga melibatkan tenaga kerja lokal, tukang, serta toko penyedia bahan bangunan. Dengan begitu, pelaksanaannya turut menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.

Pemkab Bogor bersama Kementerian PKP akan terus mengawal pelaksanaan program agar bantuan perbaikan rumah tersebut dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

The post Alokasi Bedah Rumah di Kabupaten Bogor Naik dari 1.346 Jadi 10.000 Unit, Bupati Rudy Susmanto Minta Pengerjaan Dikebut appeared first on Bogor Update.

Exit mobile version