Kota Bogor, BogorUpdate.com – Sejumlah jurnalis dari berbagai organisasi dan media menggelar aksi solidaritas di Kota Bogor menyusul dugaan intimidasi terhadap videografer Metropolitan saat meliput demonstrasi mahasiswa di kawasan Tugu Kujang, Rabu (28/10/2026).
Aksi tersebut berlangsung kondusif. Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Adhitya Panji Anom bahkan turun langsung menemui para jurnalis yang menyampaikan aspirasi.
Dalam pertemuan itu, Adhitya menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi ketika personel kepolisian melakukan pengamanan aksi unjuk rasa.
“Atas nama Polresta Bogor Kota, kami memohon maaf ada kesalahpahaman saat pengamanan aksi unjuk rasa di Tugu Kujang,” kata Adhitya.
Ia juga memastikan personel yang terlibat dalam insiden tersebut telah diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Saya berharap hubungan Polresta Bogor Kota bisa semakin baik lagi,” ujarnya.
Adhitya turut mengingatkan para jurnalis agar menggunakan kartu identitas pers saat melakukan peliputan di lokasi demonstrasi. Menurutnya, hal itu diperlukan untuk memudahkan petugas mengenali wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.
“Tolong gunakan ID card, sehingga tahu mana jurnalis dan mana peserta aksi,” tuturnya.
Aksi solidaritas ini diikuti sejumlah organisasi kewartawanan dan media, di antaranya Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Barat, Forum Pemred Bogor, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor, serta Media Center Kota Bogor.
Turut hadir perwakilan wartawan Radar Cianjur, Radar Depok, Radar Bekasi, Radar Sukabumi, serta jurnalis dari berbagai media di Kota dan Kabupaten Bogor.
Dalam aksi tersebut, para jurnalis menyampaikan lima tuntutan. Pertama, mendesak Kapolresta Bogor Kota menyampaikan permohonan maaf atas dugaan tindakan represif anggotanya.
Kedua, meminta oknum aparat yang terlibat diproses dan ditindak sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku. Ketiga, mendesak evaluasi menyeluruh terhadap pola pengamanan aksi unjuk rasa.
Keempat, menolak segala bentuk intimidasi maupun penghalangan terhadap kerja jurnalistik. Kelima, meminta kepolisian memberikan perlindungan dan menjamin keselamatan wartawan saat menjalankan tugas peliputan, termasuk di tengah situasi demonstrasi.
The post Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf soal Insiden Intimidasi Jurnalis Metropolitan appeared first on Bogor Update.