Bogor, BogorUpdate.com, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendesak percepatan operasional fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di TPPAS Nambo yang berlokasi di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Denny Mulyadi mengatakan, percepatan ini seluruhnya bergantung pada kebijakan dan langkah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. “Posisi kami kini tinggal menunggu kesiapan provinsi,” kata Denny.
Denny menuturkan, keberadaan RDF ini sangat dibutuhkan. Apalagi, TPPAS Nambo ini menampung sampah dari sejumlah kota dan kabupaten di Jawa Barat, salah satunya Kota Bogor.
Denny pun sangat berharap Pemprov Jawa Barat segera merumuskan keputusan konkret sehingga proyek strategis lingkungan ini bisa segera dioperasikan. Sebab, keberadaan RDF ini sangat efektif dalam pengelolaan sampah.
“Kota dan kabupaten lain juga sangat menunggu efektivitas Nambo. Kami berharap pemerintah provinsi bisa mempercepat tindak lanjut agar manfaatnya bisa dirasakan bersama,” ujar Denny.
Meski begitu, ia menyampaikan bahwa Kota Bogor saat ini masih mengandalkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga dimana kota hujan memiliki lahan seluas 38 hektare, meskipun lahan yang dimanfaatkan baru sekitar 8 hektare.
Secara kapasitas, Galuga masih bisa menampung sampah Kota Bogor. “Tapi Nambo sudah aktif, beban pengelolaan sampah tentu akan berkurang secara signifikan dan lebih ramah lingkungan,” imbuh Denny Mulyadi.(ayu/*)
The post Pemkot Bogor Desak RDF TPPAS Nambo Dipercepat appeared first on Bogor Update.