Kemang, BogorUpdate.com – Sering terjadinya banjir di ruas Jalan Nasional Kemang–Parung diduga dipicu oleh banyaknya bangunan yang berdiri di atas lahan Daerah Milik Jalan (Damija) dan Daerah Aliran Sungai (DAS).
Menyikapi hal tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Kemang langsung melakukan pendataan terhadap bangunan-bangunan yang melanggar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Kemang, Narman, menyampaikan bahwa pihaknya telah turun langsung ke lapangan untuk mendata bangunan di wilayah Desa Parakan Jaya.
“Hari ini kami dari Satpol PP Kecamatan Kemang melakukan pendataan bangunan yang berdiri di tanah Damija dan DAS. Di Desa Parakan Jaya saja, sementara ini terdata sekitar 25 bangunan,” ujar Narman kepada wartawan.
Ia menambahkan, proses pendataan akan terus dilanjutkan pada hari berikutnya. Selain mendata jumlah bangunan, petugas juga menanyakan jenis usaha serta alasan pemilik mendirikan bangunan di atas lahan terlarang, termasuk di atas saluran drainase.
“Sisanya akan kami data besok atau pada kegiatan berikutnya. Kami juga menanyakan kepada pemilik bangunan terkait usaha yang dijalankan dan alasan mereka mendirikan bangunan di lokasi tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, untuk wilayah Desa Kemang, pendataan telah dilakukan sebelumnya. Narman menyebutkan bahwa sebagian pemilik bangunan menyatakan kesiapan untuk melakukan pembongkaran secara mandiri.
“Kami berharap dengan adanya pendataan ini, para pemilik bangunan memiliki kesadaran untuk membongkar sendiri bangunannya. Karena mendirikan bangunan di atas Damija, DAS, maupun drainase jelas melanggar aturan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa keberadaan bangunan-bangunan tersebut berdampak pada terganggunya aliran air, yang menjadi salah satu penyebab utama banjir di Jalan Kemang–Parung.
Hasil pendataan ini nantinya akan dilaporkan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. (Dyn)
The post Diduga Jadi Penyebab Banjir, Satpol PP Kemang Data Puluhan Bangunan di Damija dan DAS appeared first on Bogor Update.