Cicak di Rumah Jadi Hewan Pengganggu? Pakar IPB University Ungkap Hal Ini

Ilustrasi cicak. (Pixabay)

Kesehatan, BogorUpdate.com – Keberadaan cicak di rumah sering dianggap mengganggu, baik karena bentuk, kotoran, maupun suaranya. Namun, menurut Dr Achmad Farajalah, dosen Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, cicak justru memiliki peran penting sebagai pengendali alami serangga, selama populasinya terkendali.

Ia menjelaskan, terdapat empat jenis cicak yang umum dijumpai di sekitar rumah. Cosymbotus platyurus kerap terlihat di tembok dekat lampu, sementara Gehyra mutilata lebih menyukai area gelap seperti dapur atau belakang lemari. Hemidactylus frenatus biasanya berada di luar rumah pada dinding berkayu atau plafon, sedangkan Cyrtodactylus marmoratus sering ditemukan di pagar atau pohon.

“Cosymbotus dan Gehyra adalah dua jenis yang paling berpotensi mengganggu karena aktivitasnya dekat dengan manusia. Tingkat gangguan sangat bergantung pada persepsi individu,” jelasnya melansir laman IPB, Sabtu (23/8/25).

Terkait risiko kesehatan, Dr Achmad menegaskan bahwa dugaan cicak sebagai pembawa penyakit belum terbukti kuat. Penelitian dari Universitas Malaya sempat menunjukkan bahwa 20-60 persen cicak membawa Salmonella di ususnya.

Namun, World Health Organization (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menegaskan bahwa risiko utama kontaminasi makanan lebih sering berasal dari unggas dan bahan mentah, bukan dari cicak.

Selain itu, bagi sebagian orang, cicak juga memicu ketakutan ekstrem atau herpetofobia. Studi di Malaysia dan India menunjukkan 15-20 persen populasi, terutama perempuan dan anak-anak, mengalami ketakutan berlebihan terhadap cicak yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Kasus ekstrem bahkan terjadi di Malaysia (2019) dan India (2021), yakni individu dengan fobia harus menjalani terapi atau kehilangan kesempatan akademis karena keberadaan cicak,” imbuhnya.

Untuk mengendalikan populasinya, Dr Achmad menyarankan langkah-langkah ramah lingkungan seperti menjaga kebersihan rumah, menutup celah masuk, mengurangi cahaya terang di malam hari, dan membersihkan kotoran cicak secara rutin

Ia juga menyebut sejumlah bahan herbal yang dapat digunakan untuk mengusir cicak, seperti daun salam, kapur barus, bubuk kopi.

“Selama tidak mengganggu kenyamanan atau menimbulkan masalah kesehatan, cicak sebaiknya tidak dibasmi secara agresif. Mereka berperan penting sebagai pengendali alami serangga,” pungkasnya.

The post Cicak di Rumah Jadi Hewan Pengganggu? Pakar IPB University Ungkap Hal Ini appeared first on Bogor Update.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *